jump to navigation

Bila si “Putih” Datang 26 Februari 2009

Posted by bilik cinta in sehat bugar.
Tags: , , , ,
trackback

Keputihan Pada Wanita

Sample Image

Keputihan, dalam ilmu kedokteran, dikenal dengan leukorrhe atau flour albus. Keputihan adalah tanda adanya kelainan di dalam saluran dan organ reproduksi. Kelainan tersebut, jika tidak segera ditanggulangi, bisa mengakibatkan kanker leher rahim. Biasanya, wanita yang mengalami keputihan akan merasa gatal, nyeri, rasa terbakar di bibir kemaluan, sering disertai bau busuk, dan menimbulkan rasa nyeri sewaktu berkemih atau bersenggama. “Secara normal, wanita akan mengeluarkan cairan dan cairan itu biasanya bening, nggak berbau, dan nggak sakit,” kata dr Handi Suryana SpOG dari Rumah Sakit Royal Taruna, Jakarta Barat.

Warna cairan keputihan bervariasi. Ada yang berwarna putih, kekuning-kuningan, dan juga abu-abu. Cairan keputihan yang keluar dari saluran reproduksi biasanya kental dan seperti susu. Baunya juga beragam. Ada yang tanpa bau, berbau telur busuk, bahkan berbau anyir seperti ikan mentah.

Menurut dr Handi, keputihan terdiri dari dua macam, yaitu keputihan fisiologis dan keputihan patologis. Keputihan fisiologis merupakan respon tubuh yang normal di mana vagina memproduksi cairan berwarna bening, tidak berbau, tidak berwarna, jumlahnya tak berlebihan, dan tidak disertai rasa gatal. Cairan ini berfungsi sebagai alat pelindung alami, mengurangi gesekan dinding vagina saat berjalan maupun saat melakukan hubungan seksual.

Sedangkan keputihan patologis harus diwaspadai karena berwarna kekuningan hingga kehijauan. Jumlahnya sangat banyak dan bisa sampai keluar dari celana dalam, kental, lengket, berbau tidak sedap, terasa sangat gatal atau panas, dan menimbulkan luka di daerah mulut vagina. “Keputihan patologis ada tiga macam. Pertama, jamur seperti ampas tahu dan kental. Kedua, keputihan parasit Trichomonas yang ditandai dengan keluarnya cairan kuning berbusa dan gatal. Ketiga, seperti nanah dan bisa terjadi pada saat kehamilan,” terangnya. Sampai saat ini, jamur dan Trichomonas belum diketahui apakah ada efek yang buruk untuk kandungan.

Faktor Penyebab

Pada umumnya, keputihan pada wanita hamil disebabkan oleh infeksi jamur Candida sp. Wanita hamil dapat mengalami keputihan sejak awal kehamilan sampai trimester akhir menjelang persalinan. Keputihan karena infeksi jamur akan lebih berat, terutama pada bulan-bulan terakhir kehamilan. Pada saat itu, kelembapan vagina mencapai tingkat yang paling tinggi.

Banyak hal yang dapat menyebabkan keputihan patologis. Umumnya disebabkan oleh infeksi itu sendiri dapat berasal dari jamur Candida atau Monilia, parasit Trichomonas vaginalis, bakteri Gardnella, dan virus. Keputihan yang diakibatkan oleh jamur candida dan monilia berwarna putih susu, berbau agak keras yang disertai rasa gatal dominan pada vagina. Akibatnya, mulut vagina menjadi kemerahan dan meradang. Keputihan ini dipicu oleh kehamilan, penyakit kencing manis, pemakaian pil KB, dan rendahnya daya tahan tubuh. Bayi yang baru lahir juga bisa tertular akibat jamur Candida karena tanpa sengaja menelan cairan ibunya yang menderita keputihan pada saat persalinan.

Parasit Trichomonas vaginalis adalah keputihan yang ditularkan lewat hubungan seks, sehingga termasuk salah satu dalam penyakit menular seksual (PMS). Keputihan ini juga dapat menular melalui perlengkapan mandi dan bibir kloset yang telah terkontaminasi. Cairan keputihan sangat kental, berbuih, berwarna kuning atau kehijauan dengan bau anyir. Keputihan yang diakibatkan oleh parasit ini tidak menyebabkan gatal, tapi nyeri bila liang vagina ditekan.

Keputihan yang disebabkan bakteri Gardnella adalah keputihan yang dialami sebagian besar wanita. Keputihan tersebut terjadi tanpa gejala. Cairannya biasanya encer, berwarna putih keabu-abuan, berair, berbuih, dan berbau amis. Baunya akan lebih menusuk setelah melakukan hubungan seksual dan menyebabkan darah menstruasi berbau tidak enak. Sementara iritasi di daerah vagina seperti gatal bersifat lebih ringan daripada keputihan yang disebabkan oleh jamur Candida albicans atau Trichomonas vaginalis.

Lain halnya dengan keputihan karena virus. Condyloma, Herpes, dan HIV/AIDS adalah virus yang kerap berbuntut pada keputihan. Keputihan karena virus Condyloma ditandai dengan tumbuhnya kutil yang sangat banyak, disertai cairan yang berbau. Penyakit ini sering menjangkiti wanita hamil. Sedangkan virus Herpes ditularkan lewat hubungan badan. Gejalanya seperti luka yang melepuh, terdapat di sekeliling liang vagina, mengeluarkan cairan gatal, dan terasa panas. Perlu diketahui, keputihan yang diakibatkan oleh virus dapat menjadi salah satu faktor tumbuhnya kanker rahim.

Penyebab lain keputihan adalah alergi akibat benda-benda yang dimasukkan secara sengaja atau tidak sengaja ke dalam vagina, seperti tampon, obat atau alat kontrasepsi, rambut kemaluan, benang yang berasal dari selimut, celana dan lainnya. Bisa juga karena luka seperti tusukan, benturan, tekanan atau iritasi yang berlangsung lama. “Karena keputihan, seorang ibu bahkan bisa kehilangan bayinya,” ungkapnya.

Pengobatan

Keputihan sangat tidak mengenakan, terlebih bagi wanita hamil. Menurut dr Handi, untuk keputihan normal tidak perlu dilakukan terapi khusus. Yang penting, bagaimana membersihkan organ intim secara benar dan teratur. Umumnya, cukup dengan sabun khusus vagina dan air bersih serta menjaga agar pakaian dalam tetap kering dan bersih. Sedangkan keputihan yang tidak normal harus segera mendapatkan pengobatan media.

Keputihan yang terjadi selama kehamilan, misalnya disebabkan oleh infeksi jamur Candida sp, pengobatan yang paling aman adalah dengan menggunakan obat lokal berbahan krim atau sejenis kapsul yang dimasukkan ke dalam vagina. Sementara keputihan yang dialami wanita hamil akibat infeksi bakteri diberikan obat dalam bentuk kapsul atau tablet yang aman dikonsumsi. Pada infeksi neierrea gonorrhoeae, ada obat dalam bentuk kapsul yang dapat diminum. “Sebaiknya, segera periksakan kandungan jika terjadi keputihan,” ungkapnya.

Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan alat khusus untuk mendapatkan gambaran alat kelamin secara lebih baik, seperti melakukan kolpokopi yang berupa optik untuk memperbesar gambaran leher rahim, liang senggama, dan bibir kemaluan. Selain pengobatan medis, biasanya orang akan menggunakan daun sirih untuk mengurangi keputihan. Caranya, dengan meminum air daun sirih yang telah direbus terlebih dahulu. Cara ini cukup aman bagi ibu hamil dan bayinya. (Genie/Genie/tty)

Sumber: http://lifestyle.okezone.com/read/2009/01/20/27/184444/27/keputihan-dapat-sebabkan-keguguran

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: